KAOS ANDROID
Deskripsi Kaos :
Warna Kaos : Hitam
Bahan Kaos : Combed 30s
Warna Sablon : Hijau Neon
Ukuran Kaos : S M ML L XL XXL XXXL
<< Klik gambar untuk memperbesar tampilan kaos
SEKILAS INFO :
- Silahkan buka pada tab menu informasi pada bagian atas untuk lebih jelasnya mengenai produk kami, dari tipe kaos, warna kaos, warna sablon dll.
- Warna kaos dan warna sablon bisa diganti sesuai keinginan pelanggan.
- Sablon juga bisa ditambah atau dirubah bentuk, silahkan kontak kami untuk lebih jelasnya.
- Jika contoh sablon diatas sudah sesuai keinginan, bisa langsung klik tombol order dan ikuti petunjuk order, kami akan konfirmasikan stok dan pembayaran, Setelah pembayaran selesai kaos akan segera kami proses sampai pengiriman.
- Gambar kaos hanya contoh insyaAllah yg aslinya lebih bagus.
- Kaos bersablon tidak ready stok karena kaos bisa custom atau bisa dipesan sesuai keinginan pelanggan.
- Pengerjaan cepat bisa satu atau dua hari selesai atau lebih tergantung beban pengerjaan dan banyaknya order.
- Pesan kaos idamanmu sekarang..!!! Sebelum kehabisan, stok kaos bisa kehabisan lebih cepat tanpa diduga karena membludaknya pesanan pelanggan, jika stok habis pesanan akan memakan waktu lebih lama dari biasanya dalam menunggu pengadaan stok kaos kembali.
SELAMAT BELANJAINFORMASI BERKAIATAN DENGAN TEMA KAOS
Sejarah Android
Android merupakan OS atau sistem operasi yang sangat populer akhir-akhir ini. Tidak dapat dipungkiri sistem operasi ini telah banyak mengambil perhatian masyarakat dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia tentunya. Perusahaan gadget dan telepon seluler berlomba-lomba membuat perangkat dengan memakai sistem operasi Android. Oleh karena itu tidak heran kalau hampir setiap hari kita melihat gadget-gadget baru beredar di pasaran yang menggunakan sistem operasi besutan Google ini. Namun tahukah anda sejarah sistem operasi Android itu sendiri? Berikut adalah Sejarah dan Seluk Beluk OS Android. Android merupakan sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Platform Android terdiri dari sistem operasi berbasis Linux, sebuah GUI (Graphic User Interface), sebuah web browser dan aplikasi end-user yang dapat di download.
Android pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh sebuah perusahaan Android Inc. Android, Inc didirikan di Palo Alto, California, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (co-pendiri Wildfire Communications, Inc), Nick Sears (Vice Prsident T-Mobile), dan Chris White (pemimpin desain dan pengembangan di Webtv).
Sejak saat itu Google mulai melirik untuk mengembangkan bisnis di pasar Smartphone. Dan pada akhirnya tahun 2005 Google membeli perusahaan Android Inc. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Samsung, dan Nvidia.
Kembali ke belakang, Bagi user android tentu ada yang bertanya-tanya bagaimana android itu dapat berjalan ( dalam hal ini 'Aplikasi' ). Tentunya sebuah aplikasi yang dibangun dapat berjalan sempurna bila memenuhi aspek yang telah ditentukan oleh para developernya. Android mempunyai fitur arsitektur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Layaknya sebuah bangunan, maka aplikasi yang berjalan harusnya memenuhi beberapa unsur agar bangunan tersebut dapat berdiri kokoh dan sempurna.
Android pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh sebuah perusahaan Android Inc. Android, Inc didirikan di Palo Alto, California, Amerika Serikat pada bulan Oktober 2003 oleh Andy Rubin (pendiri Danger), Rich Miner (co-pendiri Wildfire Communications, Inc), Nick Sears (Vice Prsident T-Mobile), dan Chris White (pemimpin desain dan pengembangan di Webtv).
Sejak saat itu Google mulai melirik untuk mengembangkan bisnis di pasar Smartphone. Dan pada akhirnya tahun 2005 Google membeli perusahaan Android Inc. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance (OHA), konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, Samsung, dan Nvidia.
Kembali ke belakang, Bagi user android tentu ada yang bertanya-tanya bagaimana android itu dapat berjalan ( dalam hal ini 'Aplikasi' ). Tentunya sebuah aplikasi yang dibangun dapat berjalan sempurna bila memenuhi aspek yang telah ditentukan oleh para developernya. Android mempunyai fitur arsitektur yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Layaknya sebuah bangunan, maka aplikasi yang berjalan harusnya memenuhi beberapa unsur agar bangunan tersebut dapat berdiri kokoh dan sempurna.
Di bawah ini sedikit penjelasan mengenai layer yang membangun arsitektur sistem android:
- Applications : Android akan menggabungkan dengan serangkaian aplikasi intitermasuk klien email, program SMS, kalender, peta, browser, kontak, dan lain-lain.
- Application Framework : Dengan menyediakan sebuah platform pengembanganyang terbuka, pengembang Android menawarkan kemampuan untuk membangunaplikasi yang sangat kaya dan inovatif.
- Libraries: Android termasuk satu set pustaka C/C++ yang digunakan olehberbagai komponen sistem Android.
- Android Runtime: Android termasuk satu set perpustakaan inti yang menyediakansebagian besar fungsi yang tersedia di perpustakaan inti dari bahasa pemrogramanJava.
- Linux Kernel: Android bergantung pada Linux versi 2.6 untuk layanan sistem intiseperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, network stack, danmodel pengemudi. Kernel juga bertindak sebagai lapisan abstraksi antara hardwaredan seluruh software stack.
Saat ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android di dunia. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD). Sistem Operasi Android membuka pintu untuk para developer mengembangkan software ini dengan Android SDK (Software Development Kit), yang menyediakan tool dan API yang dibutuhkan untuk memulai mengembangkan aplikasi pada platform Android menggunakan bahasa pemograman Java.
Hal ini membuka kesempatan bagi para penggemar open source untuk ikut terjun mengembangkan sistem operasi Android. Kemudian mulai bermunculan berbagai komunitas yang membangun dan berbagi sistem Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan ke dalam suatu firmware.
Pada bulan September tahun 2007 Google mulai mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler. Disusul dengan dikenalkanya perangkat seluler Android pertama pada tahun 2008, HTC Dream. Perangkat ini menggunakan sistem operasi versi pertama Android 1.0.
Hadirnya HTC Dream telah mendorong perusahaan-perusahaan perangkat keras lainya untuk ikut menggunakan sistem operasi Android. Dan kemudian pada tahun 2008 terdapat beberapa perusahaan yang ikut bergabung dalam Android ARM Holdings yaitu Atheros Communications diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc.
Kemudian pada tahun 2010 Google menyusul dengan mengenalkan gadget Nexus One. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran mulai 5 Januari 2010.
Saat ini sistem operasi Android menjadi pilihan yang menguntungkan bagi banyak vendor smart phone karena memiliki biaya lisensi yang lebih murah dan sifatnya yang semi open source. Selain itu Android tentunya juga akan support dengan berbagai layanan dari Google. sumber






Jl. Merdeka RT.09 RW.03 Kel.Birayang Kec.BAS Kab.HST Prov.KalSel KodePos.71381